LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI


On 19.32 by LSP in

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui Program COREMAP CTI sedang mempersiapkan proses lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2O LIPI ke BNSP dan mempersiapkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada jabatan kerja penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja tersebut sebagai tindak lanjut amanah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004.

Proses sertifikasi merupakan kegiatan dalam menentukan bahwa seseorang memenuhi persyaratan sertifikasi yang mencakup pendaftaran, penilaian, keputusan sertifikasi, pemeliharaan sertifikasi, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat maupun logo atau penanda. Dalam dokumen skema sertifikasi telah tertuang paket kompetensi dan persyaratan spesifik yang berkaitan dengan jabatan atau keterampilan dari seseorang penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait.

Sebagai upaya menyebarluaskan informasi mengenai LSP P2O LIPI dan skema sertifikasi di LSP P2O LIPI kepada pihak-pihak terkait dan berkepentingan, maka akan kegiatan sosialisasi ini dilakukan. Sosialisasi sertifikasi akan dilakukan secara terpusat dengan mengundang stakeholder terkait dari wilayah Indonesia Timur, Tengah, dan Barat.

Sosialisasi sertifikasi penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 Mei 2017 yang bertempat di Ruang Rapat Lantai 5, Pusat Penelitian Oseanografi LIPI . Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan para pihak terkait dan berkepentingan dapat : (a). Mengetahui informasi tentang LSP P2O LIPI ; (b). Mengetahui latar belakang dan tujuan sertifikasi ;(c). Mengetahui ruang lingkup skema sertifikasi ; (d). Memahami paket/kemasan kompetensi ; (e). Mengetahui persyaratan dasar pemohon sertifikasi ; (f). Mengetahui hak pemohon sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikasi ; (g). Mengetahui biaya sertifikasi ; (h). Memahami proses sertifikasi.

On 01.16 by LSP in

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) merupakan kelembagaan sertifikasi kompetensi profesi yang dilisensi oleh otoritas sertifikasi yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP mempunyai tugas  memberikan pelayanan asesmen dan  sertifikasi kompetensi profesi. Dalam sertifikasi kompetensi, LSP mempunyai peran  memastikan dan memelihara kompetensi.

Pusat  Penelitian Oseanografi LIPI  melalui Program  COREMAP-CTI telah membentuk calon LSP dengan skema  sertifikasi pada  jabatan kerja Penilai Kondisi Terumbu  Karang dan  Ekosistem Terkait. Persyaratan dasar  membentuk LSP telah disiapkan antara  lain standar  kompetensi kerja khusus,  skema  sertifikasi, sarana  dan  perangkat, tempat uji kompetensi,  dan   asesor   kompetensi,  serta   personil  yang   melakukan  tata   kelola (manajemen) LSP.

Calon LSP yang telah memenuhi syarat diberikan lisensi oleh BNSP setelah melalui proses akreditasi dari BNSP. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi oleh LSP untuk mendapatkan lisensi dari BNSP adalah  menerapkan sistem manajemen mutu yang akan menjadi acuan  di dalam  operasional LSP. Sistem manajemen mutu  disusun dengan merujuk kepada  Pedoman Penilaian Kesesuaian-Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi yakni Pedoman BNSP 201.

Dalam   rangka    memberikan   peningkatan   kapasitas   khususnya    kepada    personil manajamen dan  perangkat kerja  LSP (termasuk  asesor  kompetensi),   maka diselenggarakan workshop audit sistem manajemen mutu LSP. Workshop  audit sistem manajemen mutu  LSP  dilaksanakan selama 4 hari mulai Senin-Selasa/17-18 April 2017 dan Kamis-Jumat/20-21 April 2017, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3, MarBest Center, Jalan Raden Saleh No. 43, Cikini, Jakarta Pusat 10330.



On 01.31 by LSP in
Implementasi sistem pelatihan dan penilaian berbasis kompetensi mensyaratkan tersedianya Asesor Kompetensi sebagai salah satu komponen utama dalam proses penilaian. Pada konteks pelaksanakan uji kompetensi atau penilaian berbasis kompetensi, seorang Asesor Uji Kompetensi memiliki peran yang sangat penting dan menentukan dalam mencapai kualitas uji kompetensi yang diharapkan.

Asesor dengan kompetensi dan kewenangan yang dimilikinya dapat merekomendasikan memutuskan apakah seseorang sudah kompeten atau belum kompeten terhadap unit standar kompetensi yang dinilai. Asesor tidak hanya dituntut untuk mampu menilai kompetensi seseorang, tetapi harus mampu membimbing dan mengarahkan peserta uji untuk dapat menampilkan seluruh kemampuan terbaik yang dimilikinya dalam memenuhi bukti-bukti yang dipersyaratkan pada satu atau sekelompok unit kompetensi.

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI melalui Program COREMAP-CTI LIPI sedang merancang pelaksanaan uji kompetensi pada jabatan kerja penilai kondisi terumbu karang dan ekosistem terkait. Termasuk mempersiapkan Asesor Kompetensi dalam proses uji kompetensinya. Melihat peran penting asesor, maka perlu dipersiapkan suatu mekanisme dan prosedur dalam mempersiapkan, menyeleksi, melatih, mensertifikasi dan mengembangkan seorang asesor untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan.

Berlatar belakang uraian diatas, maka dalam rangka mempersiapkan asesor yang “qualified” dan “certified” dilaksanakan pelatihan kepada calon asesor. Pelatihan asesor kompetensi dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 20-23 Maret 2017 yang diikuti oleh sebanyak 19 orang calon asesor yang berasal dari internal LIPI maupun universitas yang bekerjasama dengan Pusat penelitian Oseanografi LIPI. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memberikan pembekalan kepada peserta terkait 3 kompetensi menjadi seorang asesor yakni merencanakan asesmen kompetensi, membuat perangkat asesmen serta memutuskan asesmen kompetensi.